Seharusnya 30 Desember

29 Desember pukul delapan malam.

Sebelumnya, sepuluh atau sebelas menit yang lalu, makan malam keluarga Kim yang damai hanya diiringi detak jam dinding dan suara percikan api dari dalam perapian cerobong asap. Tapi setelah mengetahui bahwa malam sudah masuk pukul delapan, Taehyung berjengit bagai diteriaki klakson kapal laut di telinganya. Kendati belum menyelesaikan makan malamnya, ia bangkit dan meninggalkan meja. Tidak ada niatan untuk mendengarkan seruan Mom yang berupa, “Setidaknya habiskan dulu makananmu!”

Taehyung telah siap menggenggam gagang pintu meski tak ada dering bel maupun ketukan yang menggema. Yang benar saja, siapa yang tidak akan hafal jika tetanggamu selalu rutin mengunjungimu di tanggal, jam, dan membawa sebuah pertanyaan yang sama setiap tahun?

Satu menit Taehyung berdiri, belum ada yang terjadi. Dua menit. Tiga. Empat.

Memasuki menit ke-lima, Mom meneriakinya supaya ia kembali saja. Satu menit lagi, satu menit lagi, bisiknya dalam hati. Dan baiklah, Taehyung mengingat supnya yang mulai mendingin, ia menggunakan alasan itu untuk beringsut mundur.

Bukan karena tetangganya yang tidak datang, tapi karena supnya yang dingin.

Bukan karena tetangganya yang mungkin lupa, tapi karena supnya yang dingin.

“Kau punya waktu sekarang?” Betapa Taehyung menantikan pertanyaan itu, sebenarnya, yang lalu biasanya ia balas dengan decakkan malas dan raut sok tak peduli sambil mengatakan, “Kau tahu sendiri aku orang yang sibuk.”

Langkah berat Taehyung sampai ke kursinya semula, kepala dan tengkuknya merunduk layu.

Mom bertukar pandang dengan Dad, sebelum menyuarakan nada lembutnya, “Yoonbi tidak datang hari ini?”

Taehyung menggeleng. Dua sekon berikutnya ia menegakkan tubuh dan menyantap supnya tergesa-gesa. Mom menoleh ke arah Dad yang langsung mengangkat bahu.

“Setelah ini aku akan ke rumah Yoongi,” kata Taehyung setelah menuntaskan makan malamnya yang ditutup dengan segelas teh, lantas bergegas mengenakan mantel yang menggantung di belakang pintu kamarnya. Mom memandang ke arah Dad lagi, dan pria bergurat wajah sabar itu mengangguk pengertian.

“Jangan lupakan baretmu juga!” ujar Mom yang khawatir.

“Aku tidak akan lama.” Lalu gebrakan pintu menghempas presensi Taehyung sepenuhnya.

*

Taehyung meluruhkan serpihan salju yang menempeli rambut dan mantelnya ketika ia sampai di beranda rumah sebelah yang berjarak sepetak lahan taman. Telunjuk menekan kotak bel di bawah lampu teras berwarna kekuningan yang menempeli dinding bertekstur bata itu, ding dong dari dalam rumah mencapai telinganya, disusul gemerisik yang seperti tengah meributkan sesuatu. Semenit lamanya Taehyung menunggu sampai gemerisik itu berhenti dan engsel berderit pelan, lantas terbukanya sekat kayu jati itu menampakkan Yoongi yang mengucek mata.

“Oh, kau, Taehyung?” Yoongi berbicara sambil menguap. Tampaknya waktu yang kurang pas.

Yeah, hm … tidurmu nyenyak?” Taehyung mengulum bibir dan kedipan matanya menjadi kaku.

Yoongi menggumam. “Sampai kau tiba,” katanya.

“Kalau begitu kau istirahat saja.” Tawa Taehyung yang hambar mengembuskan uap putih di tengah giginya yang bergemeretak. “Tapi, apa aku bisa bertemu dengan Yoonbi?”

“Dia juga sedang tidur.”

“Kurasa sekarang masih terlalu awal untuk dia tidur.” Mengingat Yoonbi yang kerap mengiriminya pesan mengenai film seru yang tengah tayang di televisi tanpa peduli waktu tengah malam pun, Taehyung mengernyit.

“Kau tidak tahu betapa lelahnya dia hari ini.”

“Hanya tidak biasa.” Taehyung yang merasa kedatangannya tak diinginkan, mengangguk dengan pandangan ke dasar sepatunya. “Baiklah, sampai jumpa besok.” Ia pun berbalik dan menuruni tangga di teras itu. Melangkah pulang saat salju lebih deras daripada sebelumnya.

Taehyung menoleh sekali lagi dan Yoongi merapatkan korden jendelanya.

Tapi ketika Taehyung yang telah sampai rumahnya hendak menutup pintu, ada seseorang yang menahannya dari luar. Yoongi? Astaga, itu benar-benar Yoongi dengan napas terengah-engah!

“Taehyung, ikut aku.”

Yoongi menggeret tangannya dan keseriusan di wajah putra pertama keluarga Min itu menggentarkan Taehyung yang ingin bertanya. Menapaki daratan yang dingin dengan tergopoh-gopoh, Taehyung menyadari alas kaki Yoongi yang hanya terlapisi sepasang sandal rumah dan parahnya, tubuh Yoongi nyatanya tak terlindungi sesuatu yang lebih hangat daripada setelan piyama tipis berwarna merah hati.

“Apa yang kaulakukan sebenarnya?!” Suara Taehyung yang membentak tidak memberi pengaruh apa pun untuk Yoongi. Alih-alih memberikan penjelasan, Yoongi mempercepat langkahnya dan menarik Taehyung untuk berlari.

“Dingin!” Yoongi mengeluh tatkala mereka tiba di depan pintu rumah keluarga Min.

“Salahmu sendiri!”

Kemudian pintu terbuka dari dalam, tapi masalahnya adalah: bagaimana bisa Seokjin, Namjoon, Hoseok, Jimin, dan Jungkook tahu-tahu berada di sana?

“Happy Birthday, Kim Taehyung!”

Mereka menyambutnya dengan senyuman merekah yang sangat indah. Tetapi detik selanjutnya pandangan Taehyung memburam—karena kue berlapis krim berukuran sedang yang awalnya berada di tangan Jimin tahu-tahu melayang ke wajah Taehyung.

“Bagaimana bisa kalian melewatkan lilin dan make a wish?!” Suara besar dan mengagetkan itu adalah milik Yoonbi yang terlambat membawakan sekotak lilin, serta sebuah sapu tangan dari sakunya pula untuk Taehyung.

“Seharusnya memang jam dua belas, tapi Taehyung tiba-tiba kemari dan wajahnya yang … aku bersumpah kau pasti juga akan kasihan padanya!” Seokjin berapi-api untuk tertawa.

“Jadi Yoongi memutuskan untuk mengakhirinya sekarang.” Jungkook menimpali.

“Selalu saja.” Yoonbi mendecak pada kakaknya yang memandangnya dengan malas. “Anyway, happy birthday tomorrow, Kim Taehyung!”

Thank you, thank you so much.” Taehyung mengusap wajahnya dengan sapu tangan itu. Memeluk mereka satu per satu sementara rekahan senyumannya semakin lebar. “I love you!”

“I love you?” Pengulangan dari Jimin membuat semuanya keheranan.

Lalu Taehyung pun terkekeh. “For you all.”

.

.

-End-


A/N:

  1. Ya Allah ini apa.
  2. Dadakan banget dan bahkan judulnya dan fotonya dan entah kenapa salju membuatku sangat anak-anak(?).
  3. Dan udah telat parah tapi kalo ga bikin ngga lega.
  4. Jadi, seadanya aja ya mas Taehyung.
  5. Terima kasih sudah membaca ^^ (kalo ada yang baca sih ehehe).
Advertisements

6 thoughts on “Seharusnya 30 Desember

  1. YA ALLAH INI KENAPA ADORABLE BANGET BELLAAAAA TANGGUNG JAWAB HUHU YOONGI KENAPA SIHHHHH HAHAHAHA GA BAKAT AH DIA NGASIH SURPRISE KE ORANG MALAH KASIAN DULUAN OMO COBONYOW BANGET SIH. Aku bayangin itu yoonbi keselnya segimana gede ke yoongi hahahaha mana jadinya happy birthday tomorrow omoooo kenapa sih lucu banget huhu sebeeeel😂😂😂😂

    Like

    1. LHO! KOK ADA KAK FIKA?! Kak fik kenapa baca ini Ya Allah sumpahlah malu aku abal banget bikinnya menit-menit 30 desember mau abis coba apaan kak fik kan, fuh. (ketahuan gak niatnya tapi yasudalah).
      Kak fik makasih banget udah mampir dan kusudah enggak kuat buat kabur abisan malu banget huhuhu dadah.

      Like

  2. HAHAHA TAETAE LUCU BANGET IH. masa aku bisa ngebayangin dia ngambek gitu, bel. mulai dari ekspresinya, omongannya, semua deh HAHAHAHA terus cuma sok-sokan aja ya “aku sibuk” padahal mah juga sebenernya ditungguin sampe galau sendiri, sampe nyamper ke rumahnya dengan shameless terus pas orangnya tidur langsung pundung. TAPI YOONGI-NYA GEMES JUGA SIH NGEJAR GA MIKIR GITU HUHUHU mana ternyata di dalem udah siap-siap bareng lima printilan lainnya (e tapi kok dia cuma pake piyama, emang dasar males). gemaaas, pengen peluk satu-satuuuuuu! yoonbi-nya juga lucu ❤ keep writing yaa, beel!

    Like

    1. LAH. KAK EVIN KOK ADA DI SINI JUGA sumpahlah cerita ini bener-bener … ah pengen kabur aja langsung aku serius 😢
      Tapi juga seneng banget ternyata masih bisa dibaca heuheu lega tapi aku malu tapi lega yah gitulah 😥
      Pokoknya makasih ya kak ev udah mampir ke siniiii ❤️❤️

      Like

  3. aku paling ngga bisaa bikin fiksi kejutan ulang tahun tau ngga sih… jadi kalau ada yg bikin tuh langsung yang exited gitu bacanya 😂 ikut seneng dan senyumsenyum ehe dan kamu mending deh bel telat, akunya ngga kebayang sama sekali huhu kyungsoo ultah aja ngga aku rayakan dgn fiksi TT kzl.

    anw, aku sukaaaa bgt sama setiap aura di fiksi kamu… berasa western gituu. dari dulu kebelet bikin aura begini tapi selalu gagal. sedih TT
    terus endingnya juga ciiee temenku punya maksud terselubung tuh pasti… iloveyou nya buat yoongbi kaan? pake dusta segala hahaha (oiya, aku bayangin yoongi lari2 gitu ucul… mas agus sehat? otaknya masih di tempat? hehe orang cool kok lari2 di tengah salju tanpa baju hangat yaampuun)

    as always, keep writing!!! ^^

    Like

    1. Yeheeee aku seneng kak anee bisa ikutan senyum senyum hihiw :3 ini juga dadakan banget kak, setengah jam sebelum 30 desember abis baru kepikiran alur begini kan niat-gak-niat gitu jatuhnya huhu. Tapi sekalinya kak anee bikin ff kyungsoo SOFT BANGET GITU KYUNGSOONYA AKU BISA APAAA :”
      Lho serius kak? Baru kali ini aku diberi tahu kalau ada aura westernnya wkwkwkk mungkin karena setting sama salju-saljuan ya kak yang bikin begitu ehehhe.
      Wah aku juga ngga paham sama confessnya taehyung itu buat siapa ya kak hahaha jangan-jangan … emang iya? xD yah, agust d di mas yoonginya lagi absen kak anee jadinya agak reckless gitu orangnya wkwkkw.

      Keep writing juga kak anee terima kasiiiihh ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s